JAGUARQQ SITUS DOMINO99 POKER ONLINE DAN BANDARQ ONLINE
FORUM DEWASA - ML Sama Pembantu Lugu Dan Polos Merupakan Cerita Seks Bikin Muncrat . Namaku Dedi, usiaku 31 tahun. Setahun lalu, di usiaku yang ke-30, aku menduda dengan anak berumur 5 tahun. Perceraianku dengan istriku pada tahun 2014 menyisakan banyak masalah dan mengubah hidupku secara drastis. Rumah tangga kami hancur, hubungan dengan orang tua berantakan, dan yang paling membuatku cemas adalah nasib Leni, pembantu yang sudah dua tahun mengasuh anakku. Leni adalah gadis desa, lugu, dan polos. Aku menjemputnya dari Serang dua tahun lalu. Saat itu, usianya baru 17 tahun, baru lulus SMP. Dia tak bisa melanjutkan sekolah karena kondisi keluarganya sangat sulit. Dia menjadi tulang punggung, menghidupi orang tua dan adik-adiknya. Selama bekerja denganku, Leni kuanggap seperti keluarga sendiri. Dia sangat rajin dan begitu peduli pada anakku.Domino99
Malam saat istriku minggat, aku melihat Leni duduk di lantai ruang tamu, menunduk sambil terisak. Dia memeluk tas besar di pangkuannya.
“Pak, Leni pamit,” ucapnya lirih. “Leni bingung mau ke mana, Leni enggak enak dengan keadaan di rumah ini”.
Aku langsung menahannya. “Len, Ibu sudah pergi bukan berarti kamu harus pergi juga. Malam-malam begini bahaya di jalan. Lalu bagaimana dengan keluargamu kalau kamu berhenti bekerja?”
Leni tampak mengerti. Dia bangkit dan kembali ke kamarnya. Aku mengembuskan napas lega. Namun, ada perasaan khawatir yang mengganjal di hatiku. Keesokan paginya, Leni beraktivitas seperti biasa. Menyapu, mengepel, mencuci piring. Rumah terasa lebih hidup dengan kehadirannya. Sementara aku, sibuk berkutat dengan masalah perceraian yang tak kunjung usai. Enam bulan berlalu. Aku dan Leni hidup berdua di rumah, ditemani Rangga yang kini sudah mulai sekolah. Selama itu, Leni menjadi sosok yang sangat penting dalam hidupku. Dia menawarkan sarapan, membuatkan kopi, menyiapkan pakaian. Hal-hal kecil yang dulu dilakukan istriku, kini Leni yang melakukannya. Aku merasa sangat tersentuh. Di saat aku kehilangan seseorang, Leni justru hadir memberiku perhatian yang tak pernah kuduga.BandarQ
Aku membalas kebaikannya. Aku sering mengajaknya belanja kebutuhan sehari-hari, sekaligus membelikannya pakaian yang lebih layak. Meski begitu, Leni selalu menjaga jarak. Dia tetap duduk di kursi belakang mobil, tak pernah mau duduk di sampingku.
Suatu malam, sepulang belanja, hujan turun deras sekali. Kami berlari-lari dari mobil menuju pintu rumah. Tubuh kami basah kuyup. Di dapur, kami bergegas membereskan barang belanjaan.
“Pak, badannya dikeringin dulu,” Leni menyodorkan handuk kering. “Nanti Bapak sakit”.
Aku terharu. Sudah lama sekali aku tak merasakan perhatian seperti ini. Kurasakan mataku memanas. Aku mengambil handuk itu, menatap wajah cantiknya yang basah.Poker
“Kamu saja, Len,” ujarku, suaraku sedikit bergetar. “Aku enggak mau kamu sakit. Aku… aku sayang sama kamu”.



0 komentar:
Posting Komentar