Rabu, 22 Januari 2025

PINJAMAN MODAL DIBAYAR NGENTOT




FORUM DEWASASaya baru saja menyelesaikan bisnis pinjaman modal dengan bank swasta di kota ini. Tidak ada pertanda bencana ekonomi yang akan datang seperti yang terjadi akhir-akhir ini, sehingga industri perbankan tampaknya berjalan lancar. Bankir yang bertanggung jawab atas pinjaman saya adalah mantan teman SMA saya.

Sebut saja namanya Nana. Dia hanya bekerja di bank selama beberapa bulan setelah menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. Menurutku, Nana di SMA itu nerd. Dia memakai kacamata, duduk di barisan depan, rajin bertanya, dan catatannya cenderung menjadi salinan terlaris saat musim ujian mendekat. Pada saat yang sama, saya sendiri termasuk dalam kelompok yang ceroboh, dengan nilai yang sering kali biasa-biasa saja kecuali dalam pelatihan atletik.

Setelah menandatangani banyak kontrak dan perjanjian, saya memutuskan untuk mengajaknya makan siang, bukan lagi seorang kreditur, tetapi seorang teman lama. Nana setuju karena pinjaman saya saat itu memungkinkan dia untuk memenuhi target bulanannya.

Kami berkendara ke sebuah hotel yang cukup terkenal di S City karena berada di gedung yang sama dengan pusat perbelanjaan TP3. Kami butuh waktu lama untuk memesan menu a la carte karena harga menu buffet tentu tidak terlalu ekonomis. Selama makan, Nana tetap diam seperti biasa. Aku mencoba mengamati wajah manisnya. Aku melihat alis tipisnya, hidung mancung, bibir tipis, dan lehernya. Leher terindah, mulus dan mulus.Domino99

Melihat ke bawah lagi untuk melihat bahwa kancing atas kemejanya tidak dikancing, saya bisa membayangkan seperti apa bentuk tubuhnya di bawah kemeja itu. Sambil menikmati keindahannya, Nana sepertinya sudah memperhatikanku sejak tadi.

Dia tersenyum, mengambil serbet, menyeka bibirnya, dan berkata, “Jane, apakah kamu masih mendengar hal yang sama seperti yang saya dengar?”
“Yah.., lihat apa yang pernah kamu dengar sebelumnya,” jawabku sedikit malu. “Berkencan sesama jenis”, jawabannya langsung. Membuatku melebarkan mataku tanpa terkejut, melihat mata bulat yang indah itu.

“Nah.., kalau gosip yang kamu dengar sudah lengkap, kamu tidak perlu bertanya?”, aku mencoba menjawab dengan diplomatis.
“Cukup untuk membuatmu memeras uang,” katanya.
“Haha, bercanda!”, katanya lagi, supaya aku tidak tersinggung. Aku hanya tersenyum dan berpura-pura berkonsentrasi pada makan siang.
“Syukurlah kamu bisa hidup normal”, kataku pintar.
“Hihihi.., ayolah Jen, kreditnya sudah disetujui kan?”, tambahnya, “tidak ada yang perlu ditakutkan kecuali kamu menunggak!”, candanya.

Kami terdiam beberapa saat, tapi kemudian aku menyukai makanan betis. Meja kami kecil, jadi kami duduk cukup dekat sehingga kaki kami bisa bersentuhan. Tapi pertemuan ini bukan kebetulan. Saya suka jari-jari kakinya membelai betis saya dengan lembut, merangkak ke lutut saya, ke rok mini saya, dan menggosok di bagian dalam paha kiri saya.DominoQQ

Aku menatap matanya dalam-dalam seraya tidak tahu apa yang mesti aku lakukan, namun dia balik memandang wajahku, tersenyum, dilepaskannya gagang sendoknya, kemudian tangannya menyentuh lehernya sendiri dengan ujung jari tengah. Seperti orang tolol, pandanganku mengekor kemana larinya jari-jari lentik itu. Jemarinya bergerak pelan-pelan ke bawah, menyusuri lehernya, turun terus, kemudian berhenti saat tersangkut di kancing kemeja kuningnya.

Pada saat tersebut juga jari kakinya yang semenjak tadi diam salah satu kedua pahaku disodokannya ke depan, menyenggol kewanitaanku, memang tidak tepat pada bibirnya, namun lumayan memberiku sengatan birahi yang mendadak. Aku lumayan mengagumi keindahan tubuhnya, tetapi aku masih segan guna bereaksi, aku malu sebab Nana pernah menjadi orang yang lumayan aku hormati.

Dilemparkannya kemejanya ke atas ranjang, menyusul bra dan celana dalamnya. Aku diam menatap tubuhnya yang kini terbalut rok mini biru tua itu. Payudaranya nampak estetis sekali bentuknya, bulat, tidak terlampau besar tetapi kencang, putih bersih, dan putingnya kecil sekali berwarna coklat muda. Ia melangkahkan kakinya mendekati tempatku duduk.

“Jenn”, bisiknya, “Aku mendengar seluruh gosip mengenai kamu. Tentang anak-anak basket yang lesbi, dan mengenai apa yang anda lakukan dengan guru geografi di perpustakaan masa-masa itu. In fact, nyaris semua orang membicarakannya, tetapi nggak terdapat yang berani terang-terangan menuduh”, Sambungnya lagi.

Aku tetap diam, menundukkan kepalaku dengan rasa tidak enak.
“Aku iri dengan Reni dan Evelin yang dapat setiap ketika mandi bareng kamu, tidur bersama di lokasi tinggal kost, melihat anda dengan kaos basah di ruang ganti..”, bisiknya lagi, seolah menelanjangi masa laluku yang berkeinginan aku lupakan. Aku tetap tertunduk saat tiba-tiba Nana meraih kepalaku dan mendongakkannya. Karena posisiku duduk dan dia berdiri, maka mataku langsung berhadapan dengan sepasang payudaranya yang estetis itu, dengan puting-puting yang masih flat, menantikan untuk dibangunkan.

Aku tetap terdiam, walau jari-jari Nana menyusupi rambutku yang lurus dan pendek, mengelus pipi dan rahangku, membelai tengkukku kemudian aku mendengar suaranya lagi.
“Jenn, please..”, Katanya, aku melirik ke atas, menatap matanya. Kaca matanya tak dapat menyembunyikan sorot memelas dari kedua mata bulatnya. Tanganku mendekap pinggulnya menariknya mendekat. Aku segera mendaratkan bibirku tepat pada puting susu kanannya, menghisap, melingkarinya dengan lidahku, terus-menerus.
BandarQ

Aku menikmati cengkeramannya pada kepalaku menguat, aku mendengar desahan nafasnya makin tak teratur, Aku melirik ke wajahnya, aku menyaksikan alisnya menyatu, matanya terpejam, mulutnya ternganga menerbitkan desahan nafas tak beraturan.

Aku ikut kehilangan kontrol, wajahnya begitu membangunkan hasratku, aku segera mengalihkan mulutku ke puting susu kirinya, meremas payudaranya seraya mengulum putingnya, ekspresi wajahnya mengindikasikan perasaan kegelian yang amat sangat, tubuhnya menggeliat-geliat kecil, kakinya terlihat goyah, tak lama lantas ia jadi lunglai laksana selembar handuk, rebah di atas karpet tebal kamar itu. Cukup lama aku memainkan kedua payudaranya dengan mulut dan tanganku sedangkan tangannya sendiri sudah masuk ke balik rok mininya.

Tiba-tiba ia mendorongku sampai kini aku sedang di bawah tubuhnya. Wajahnya nampak begitu dekat dengan wajahku, ia mendaratkan ciumannya di bibirku, menghisapnya kuat-kuat, seraya tangannya membuka kancing-kancing blazer dan kemejaku. Aku tidak mengerti mengapa aku diam, namun sekarang aku menikmati tangannya sudah menerobos bra Marks & Spencer-ku. Dilepaskannya bibirnya dari bibirku, ia menjilati dan menciumi semua rahang dan leherku, memberiku rasa hangat yang nikmat.

Ditariknya braku ke atas sampai ia dapat menyaksikan payudaraku. Ia terlihat begitu bernafsu memandanginya diremas-remasnya kedua payudaraku dengan gemas hingga terasa agak sakit. Tiba-tiba mulutnya menyerbu puting susuku yang kiri, melumatnya, menghisap, dan menjilatinya.

Rangsangan yang tiba-tiba membuatku terpejam dan meringis menyangga rasa geli yang tiba-tiba menyerbu. Aku mendongakkan kepalaku ke atas, aku menikmati gerakan lidahnya semakin menjadi-jadi. Kedua puting susuku dijilati dan dihisapnya bergantian, rasanya geli sekali, tanganku mencoba memegang erat pinggangnya, tetapi rasa geli pada puting-putingku terasa membuatku lemas dan aku menikmati sesuatu sudah meleleh terbit dari kewanitaanku.Poker

Ditariknya celana dalamku sampai lepas, disingkapkannya rok miniku ke atas, kakiku dikangkangkannya, kemudian ia menempelkan kewanitaannya pada kewanitaanku, digosoknya naik turun, aku menikmati hangat dan nikmat yang tak tertahankan, aku mengerang dan merintih keras-keras tak peduli siapa yang bakal mendengar.

Aku tergeletak telentang di atas karpet cokelat muda itu, aku melihatnya seperti menempati selangkanganku, menciptakan kewanitaan kami saling bergesekan, tangannya berpegangan pada payudaraku, jempol dan telunjukknya memilin-milin keras puting susuku. Ia menggeliat-geliat seraya menaik-turunkan badannya, mendongakkan kepalanya ke atas, sampai aku dapat menyaksikan keindahan rahangnya yang luar biasa.

Aku sendiri menggeliat-geliat mencoba menyangga gempuran rasa geli dan nikmat yang mengalir memenuhi tubuhku lewat payudara dan kewanitaanku.
“Aduhh, Nanaa.., ohh..”, Aku seolah mendengar sendiri eranganku yang tak beraturan.

“Uhh.., Jennii.., nikmat sekalii”, Ia merintih-rintih tak karuan, nafasnya kian memburu, gesekan kewanitaan kami semakin terasa hangat dan lembap, pelintiran dan remasannya menciptakan payudaraku serasa pegal meskipun kegelian. Aku megap-megap kegelian, punggungku terangkat dari karpet, melengkung laksana busur panah. Kenikmatan yang kudapatkan serasa merajam tubuhku, putingku terasa pegal dan geli sebab diplintir-plintir dari tadi, sedangkan kewanitaanku terasa berdenyut-denyut, rintihanku semakin tak karuan, birahiku makin memuncak.

Hingga kesudahannya aku merasakan tekanan dari dalam tubuhku mengarah ke kewanitaanku, tubuhku terasa kejang dan kaku, aku berjuang menahan walau sia-sia, kewanitaanku terasa tak dapat membendungnya, sampai akhirnya hentakan orgasme menghantam tubuhku. Aku menjerit keras-keras, memegang erat pinggang Nana, di tengah serbuan kesenangan itu, aku sempat menyaksikan badan Nana pun mengejang, gerakannya berhenti, tetapi aku mustahil mengingatknya lagi, sebab aku langsung menjangkau puncak. Cairan kami saling bercampur diantara kewanitaan kami, Nana roboh dan tergeletak disampingku, sedangkan aku sendiri merasa kehilangan seperempat kesadaranku sebab orgasme yang cukup dahsyat itu.

Kami terbaring berdampingan, dengan tubuh basah oleh keringat, kaki terasa pegal, dan nafas terengah-engah, serta mata terkatup rapat.
Aku melirik tubuh Nana yang telanjang di sampingku, tengah memejamkan mata dan terkulai lemah.

Aku sendiri tak kalah lelahnya, tubuhku masih dibungkus business suit, tetapi sudah terbuka di mana-mana, sampai payudaraku dapat merasakan dinginnya hawa AC ruangan, namun kesenangan orgasme tadi segera mengantarku ke alam bawah sadar, seluruh gelap lagi.. Hanya kesenangan dan kehangatan yang kurasakan mengalir dalam darahku.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


Senin, 20 Januari 2025

PENGALAMAN DIAJARI OLEH TANTE NOVI

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


JAGUARQQ : SITUS DOMINO99 POKER ONLINE DAN BANDARQ ONLINE



FORUM DEWASAKejadian ini terjadi ketika aku kelas 3 SMP, yah aku perkirakan umur aku waktu itu baru saja 14 tahun, Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah.

Soalnya temen nyokap Aku yang namanya Tante Novi (biasa kupanggil dia begitu) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin aku bergetar. Tante Novi ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Novi ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara.DominoQQ

Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Novi inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).

Biasanya Tante Novi kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Novi ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.

Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Novi ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih).

Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Novi malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu.

Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante. Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Aku pasti Tante Novi pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.

Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Novi mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Novi di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman. Lalu Tante Novi menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja.

Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Novi, sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Novin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut. “Yog temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante takut nih”, kata Tante Novi sambil mulai berjongkok.BandarQ

Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. “Serr.. rr.. serr.. psstt”, kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Novi kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Novi boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Novi.

“Heh kenapa kamu Yog kok diam gitu awas nanti kesambet” kata Tante Novi. “Ah enggak apa-apa Tante”, jawabku. “Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?”, tanya Tante Novi. “Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?” tanyaku.

Tante Novi cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya. “Kamu mau liat Yog? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu”, kata Tante Novi. Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya.

Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Novi membiarkanku memegang-megang vaginanya. “Sudah yah Yog nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi”. “Iyah Tante”, jawabku.

Lalu Tante Novi menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain. Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin.

Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak. “Yog, kamu enggak ikut?” tanya mamiku. “Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah” kataku.

Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi” kata Mami. “Novi, kamu mau kan tolong jagain si Yogi nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin” kata Mami pada Tante Novi. “Iya deh Kak aku jagain si Yogi tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok” kata Tante Novi.

Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Novi berdua saja di villa, Tante Novi baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu. “Kamu sakit apa sih Yog? kok lemes gitu?” tanya Tante Novi sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.

“Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa” kataku. Tante Novi begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun. “Kepala yang mana Yog atas apa yang bawah?” kelakar Tante Novi padaku. Aku pun bingung, “Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?” jawabku polos. “Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman” kata Tante Novi sambil memegang si kecilku.

“Ah Tante bisa saja” kataku. “Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah” aku hanya diam saja. Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Novi, pada waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, “Tante enggak usah deh Tante biar Yogi saja yang ngelap, kan malu sama Tante” “Enggak apa-apa, tanggung kok” kata Tante Novi sambil menurunkan celanaku dan CDku. Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja. “Yog mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah”

“Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya” kataku polos. “Iyah kamu tenang saja yah” kata Tante Novi. Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.Poker

“Achh.. cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Novi yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Novi hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing. Cerita Dewasa Ngentot Dengan Novi

“Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih” kataku. “Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok” kata Tante Novi. Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Novi karena Tante Novi tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya.

“Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener ” kataku sambil meremas vagina Tante Novi yang kurasakan berdenyut-denyut. Tante Novipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras. “Croott.. ser.. err.. srett..” muncratlah air maniku dalam mulut Tante Novi, Tante Novi pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya.

Dan kurasakan vagina Tante Novi berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Novi lembab dan agak basah. “Enak kan Yog, pusingnya pasti hilang kan?” kata Tante Novi. “Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante..” “Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Yog?” “Enggak Tante” Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Novi. “Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih”. Aku jadi salah tingkah “Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti” katanya padaku. “Tante boleh enggak Yogi megang itu Tante lagi” pintaku pada Tante Novi.

Tante Novi pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Novi basah entah kenapa. “Tante kencing yah?” tanyaku. “Enggak ini namanya Tante nafsu Yog sampai-sampai celana dalam Tante basah”. Dilepaskannya pula celana dalam Tante Novi dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Novi duduk di sampingku “Yog pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap” katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Novi dengan tangan yang agak gemetar, Tante Novi hanya ketawa kecil.

“Yog, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih” kata Tante Novi. Dia mulai memegang penisku lagi, “Yog Tante mau itu nih”. “Mau apa Tante?” “Itu tuh”, aku bingung atas permintaan Tante Novi. “Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?” “Tapi Yogi enggak bisa Tante caranya” “Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah” kata Tante Novi padaku.

Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Novi yang di tumbuhi bulu halus. “Yog jilatin donk punya Tante yah” katanya. “Tante Yogi enggak bisa, nanti muntah lagi” “Coba saja Yog” Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Novi di atas dan tanpa pikir panjang Tante Novi pun mulai mengulum penisku. “Achh.. hgghhghh.. Tante” Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Novi tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Novi seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Novi sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Novi dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.

Tante Novi pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Novi menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu. “Kamu tahu enggak mandi kucing Yog” kata Tante Novi. Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Novi pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.

Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Novi pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah. Kulihat payudara Tante Novi mengeras, Tante Novi menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Novi.

Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Novi, langsung Tante Novi kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Novi seperti menjilati es krim. “Achh.. uhh.. hhghh.. acch Yog enak banget terus Yog, yang itu isep jilatin Yog” kata Tante Novi sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya. Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Novi tanpa sengaja tertelan olehku. “Yog masukin donk Tante enggak tahan nih” “Tante gimana caranya?” Tante Novi pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Novi naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur.

Setengah jam kami bergumul dan Tante Novi pun mengejang hebat. “Yog Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante Novi. Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Novi. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Novi mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Novi sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak.

Tante Novi tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya. “Yog nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya” pinta Tante Novi padaku. Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Novipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi. “Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi. “Tante Yogi kayanya mau kencing niih” Tante Novi pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Novi pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.

Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Novi menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Novi yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Novi, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Novi di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Novi. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Novi, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.Sakong

“Yog kamu sudah baikan?” tanya Mamiku. “Sudah mam, aku sudah seger n fit nih” kataku. “Kamu kasih makan apa Ni, si Yogi sampai-sampai langsung sehat” tanya Mami sama Tante Novi. “Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas” kata Tante Novi. Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Novi yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Novi.

Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Novi bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Novi. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Novi sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Novi ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Novi. Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Novi bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Novi yang nasibnya sama seperti Tante Novi, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


Minggu, 19 Januari 2025

NGENTOT DENGAN TEMAN KECILKU

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

JAGUARQQ : SITUS DOMINO99 POKER ONLINE DAN BANDARQ ONLINE




FORUM DEWASA Saya bertemu dengan sahabat saya Naralita sekarang setelah dia berkeluarga dan tinggal di Palembang, suatu hari saya bertemu lagi dengannya ketika dia bermain Yogya dengan seorang anak kecil dan suaminya, rona merah menghiasi rambut panjang dan tubuhnya yang terawat.

Perjumpaan di Yogya ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Yogya. Selama kuliah, ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan waktu itu kami jarang ketemu Naralita.

Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama. Hubungan kami rukun dan saling mencintai.domino99

Kami tinggal di rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri, tante (ibunya Naralita) serta Naralita dengan suka rela bergiliran membantu kerepotan kami. Semua berlalu selamat sampai isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami.

Hari-hari berikutnya, Naralita masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Naralita. filmbokepjepang.net Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Naralita menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Naralita.

Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Naralita selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil. Lama-lama Naralita sering tinggal di rumah kami. Isteriku sangat senang atas bantuan Naralita. Tampaknya Naralita tulus dan ikhlas membantu kami.

Apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya. Naralita mulai tidak banyak mampirke rumah. Isteriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya. Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan pekerjaan di kantor, Naralita tiba-tiba muncul.

“Ada apa Na, malam-malam begini.”

“Mas Danu, tinggal sendiri di kantor?”

“Ya, Dari mana kamu?”

“Sengaja kemari.”

Naralita mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja. Naralita terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja.DominoQQ

“Ada apa, Naralita?”

“Mas.. aku pengin seperti Mbak Tari.”

“Pengin? Pengin apanya?” Naralita tidak menjawab tetapi malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku.

“Naralita, apa-apaan kamu ini..” Tanpa menungguku selesai bicara, Naralita sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat. Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras.

Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku. Ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi. Lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan isteriku.

Naralita merenggangkan pagutannya dan katanya, “Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.”

Kuangkat tubuh Naralita dan kududukkan di atas kertas yang masih berserakan di atas meja kerja. Aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelambu ruangan.

“Na.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak bercumbu dengan Tari.”
“Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,” kata Naralita sambil turun dari meja dan menyongsong langkahku.

Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut.

Naralita merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Naralita kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnnya yang merekah bak bibir artis terkenal. Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut keliaran Naralita. Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatanini.BandarQ

“Kamu amat bergairah, Naralita..” bisikku lirih di telinganya.

“Hmm.. iya.. Sayang..” balasnya lirih sembari mendesah.

“Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama.. ukh..” serunya sembari menelan ludahnya.

“Ayo, Mas.. teruskan..”

“Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?”

“Semuanya,” kata Naralita sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku. Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk. Perlahan kusingkap T-Shirt yang dikenakannya.

Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Naralita telah diangkat tanda meminta T-Shirt langsung dibuka saja. Kaos itu kulempar ke atas meja. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Naralita lekat ke dadaku.

Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya. BH itu akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya menempel lekat ke arahku.

Aku melorot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Naralita, namun menambah nikmat aroma gadis muda.

Tangan Naralita mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya.

“Sedot kuat-kuat Mas, sedoott..” bisiknya. Aku memenuhi permintaannya dan Naralita tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat.

“Mas lepas..” katanya sambil telentang di lantai. Naralita meminta aku melepas pakaian. Naralita sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya. Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan celana dalam. Naralita melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu.

Segera aku menyusulnya, tiduran di lantai. Kudekap tubuhnya dari arah samping sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya. Naralita melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan tubuhnya ke arahku. Sengaja ia segera mengarahkan putingnya ke mulutku.

“Mas sedot Mas.. teruskan, enak sekali Mas.. enak..” Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya. Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Naralita. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat “cocorde” milikku. Kumainkan jemariku di sana dan Naralita tampak sedikit tersentak.

“Ukh.. khmem.. hss.. terus.. terus,” lenguhnya tak jelas. Sementara sedotan di putingnya kugencarkan, jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat kenikmatannya.

Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama. Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya. Jemariku memilin klitoris Naralita dengan teknik petik melodi.

Naralita menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh nikmat. “Mas.. Mas.. ampun.. terus, ampun.. terus ukhh..” Sebentar kemudian Naralita lemas. Namun itu tidak berlangsung lama karena Naralita kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisitif.

Tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan serta merta Naralita menarik celana dalamku. Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari. Akibatnya, memukul ke arah wajah Naralita.

“Uh.. Mas.. apaan ini,” kata Naralita kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Naralita langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penisku.

“Mas.. ini asli?”

“Asli, 100 persen,” jawabku.

Naralita geleng-geleng kepala. Lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan. Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras.

Bagian bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang menggelambir. Otot dan gelambiran kulit itulah yang membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku.

“Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini.”

“Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan menikmatinya.”

“Alangkah bahagianya MBak Tari.”

“Makanya kamu pengin seperti dia, kan?”

Naralita langsung menarik penisku. “Mas, aku ingin cepat menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.”
Naralita menelentangkan tubuhnya. Pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih. Diantara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap meluncur. Naralita memandangiku penuh harap.

“Cepat Mas, cepat..”

“Sabar Naralita. Kamu harus benar-benar terangsang, Sayang..”

Namun tampaknya Naralita tak sabar. Belum pernah kulihat perempuan sekasar Naralita. Dia tak ingin dicumbui dulu sebelum dirasuki penis pasangannya. filmbokepjepang.net “Cepat Mas..” ajaknya lagi. Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Naralita justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya. Pantatnya sendiri didorong ke arah atas.Poker

Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Naralita tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya. Meski perlahan dapat memasukirongga vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih dan sulit. Naralita tidak gentar, malah menyongsongnya penuh gairah.

“Jangan paksakan, Sayang..” pintaku.

“Terus. Paksa, siksa aku. Siksa.. tusuk aku. Keras.. keras jangan takut Mas, terus..” Dan aku tak bisa menghindar. Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Naralita menjerit, “Aouwww.. sedikit lagi..” Dan aku menekannya kuat-kuat.

Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Naralita, meleleh keluar. Aku melirik, darah.. darah segar. Naralita diam. Nafasnya terengah-engah. Matanya memejam. Aku menahan penisku tetap menancap.

Tidak turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya, kucari ujung puting Naralita dengan mulutku. Meski agak membungkuk, aku dapat mencapainya. Naralita sedikit berkurang ketegangannya.

Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas. Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan Naralita mulai tampak menikmatinya. Pergerakan konstan itu kupertahankan cukup lama. Makin lama tusukanku makin dalam. Naralita pasrah dan tidak sebuas tadi.

Ia menikmati irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah dan mengalirkan cairan pelicin. Naralita mulai bangkit gairahnya menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit lirih, “Uuuhh.. Mas.. uhh.. enaakk.. enaakk.. Terus.. aduh.. ya ampun enaknya..” Naralita melemas dan terkulai. Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan bajuku. Aku duduk di samping Naralita yang terkulai.

“Naralita, kenapa kamu?”

“Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.”

“Kamu juga liar.”

Naralita memang sering berhubungan dengan laki-laki. Namun belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena selaput daranya amat tebal. Namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Naralita mengajak senggama tanpa pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas.

Sejak kejadian itu, Naralita selalu ingin mengulanginya. Namun aku selalu menghindar. Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari. Naralita waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya. Naralita mengaku puas.

Setelah lulus, Naralita menikah dan tinggal di Palembang. Sejak itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama anaknya, aku berjumpa di rumah bude.

“Mas Danu, mau nyoba lagi?” bisiknya lirih.

Aku hanya mengangguk.

“Masih gede juga?” tanyanya menggoda.

“Ya, tambah gede dong.”

Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang.

“Mas Danu, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?” tanyanya.

“Belum, dokter melarangnya,” kataku berbohong.

Dan, Naralita pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami sama-sama terpuaskan.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


Sabtu, 18 Januari 2025

KENIKMATAN BERSETUBUH DENGAN TANTE SELVI

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

JAGUARQQ SITUS DOMINO99 POKER ONLINE DAN BANDARQ ONLINE




FORUM DEWASANamaku Derry Aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Aku tinggal disebuah komplek diwilayah Jakarta, Dirumah tersebut kami tinggal hanya bertiga dirumah, rasanya hampa sekali mama dan papa jarang sekali dirumah kecuali Hari tertentu saja.

Mama pergi Arisan dan perawatan, sedangkan papa Selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.

Tetapi ada yang agak sedikit janggal Papa selalu pulang disiang hari bolong setiap mama tidak ada dirumah

Suatu hari Papa pulang dari kantor dengan seorang wanita yang kupikir adalah mamaku, Aku terkejut rupanya wanita itu adalah adik mamaku Tante Selvi aku sering melihat ayah dan Tante Selvi berpelukan saat sedang menonton tv, Kadang tangan ayah nakal mengelus Paha dan Toket Tante Selvi dengan penuh nafsu. Bagaimana tidak tertarik, tubuh Tante Selvi sangat semok toket yang besar seperti ingin meledak, pinggangnya yang ramping dan lekukan pantatnya yang sexy.Domino99

Semenjak Tante Selvi ke rumah, aku menjadi hobi coli dengan membayangkan Tante Selvi. Sudah 3 bulan berlalu mama dan papa cerai karena Tante Silvi, akhirnya ayah memberanikan diri mengajak Tante Selvi kerumah, Umurnya sekitar 38 tahun. Tubuhnya agak berisi dan wajahnya terlihat masih muda. Dia bekerja sebagai Busana Artis.

Pada hari minggu aku bangun dan melakukan aktivitasku seperti biasa, sewaktu aku menuruni tangga aku yang masih sedikit mengantuk, mataku terbelalak melihat pantat yang besar Tante Selvi yang saat itu memakai daster putih tipis dan tidak memakai Celana dalam terlihat jelas Vagina tante.

“Ehh? Kamu ngelihatin apa?” ujar Tante Selvi.

“Ehm, Nggak kok. cuma lihatin tante lagi nyapu” Jawabku tersentak. Padahal aku sedang memandangi Pantat dan gundukan memek tante Silvi yang kerlihat saat nyapu sambil nungging. Kontolku sudah tegang sekali rasanya ingin kumasukan batang ini kebelahan memeknya

“Kamu jangann nakal yah, tante ini ibu tiri kamu. karena dia sudah tau kalau aku memperhatikan Vaginanya

“Tante seperti Pemeran Bintang Porno itu hehe” Jawabku nyeplos “Tante Sudah masak belum?” Lanjut tanyaku

“Belum nih, yaudah kamu duduk saja dulu ntar siap nyapu tante masakin” katanya sambil menyapu serpihan kaca.

lalu aku berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi aku langsung saja coli seperti biasa berhubung BH tanteku ada dikamar mandi jadi saat aku sudah mencapai puncak aku keluarkan dibh tanteku

Usai mandi dengan hanya melilitkan handuku dipinggang aku menuju dapur. tapi ketika sampai di dapur aku malah melihat pemandangan lain yang lebih indah, kulihat Daster tante selvi semakin tersingkap keatas dan telihat lagi memek tante yang bersih dan lubang anusnya

kulepaskan handukku dan memberanikan diri untuk memeluk tanteku daribelakang, Penisku yang sudah tak terhalang apapun dengan leluasa ku gesekan di selangkagan tante selvi

“Ihhh, kamuu ngapain ahhh, jangann perkosa tante dong… tantee orangnya nggak tahanan” katanya.BandarQ

“Udahhh kamu nikmatin saja, kamu nggak cocok jadi istri papa. kamu cocoknya jadi lacurku saja” kataku geram.

“Kamuu jangan nakall sayang, masa tante harus ngentot dengan kamu” katanya sedikit berbisik

“Tantee aku udah sange banget ini ngelihat tante, udahh puasin aja aku sekarang aku gakmau tau. atau mau aku main paksa” bisikku pelan kulepas dasternya sambil terus kuelus pantat dan buah dadanya dari belakang.

“Jangann main kasar dong sayang sakit tau,” pintanya sambil melengkukkan pantatnya terus.

Tak kupedulikan omongan tante. aku terus saja mencumbu tante Mimi . Aku tahu kalau tante Mimi sangat liar kalau ngentot hanya saja saat ini dia belum begitu nafsu, Mimi butuh waktu sebentar saja untuk membangkitkan gairah nafsunya.

Terus saja kuciumi dan kujilati lehernya sambil tanganku meremas-remas buah dadanya dari belakang. lalu tanganku mengobok-gobok memeknya yang tebal itu telunjukku memainkan Clistorisnya yang membuat kontolku semakin mengeras.

Tak berlama-lama, kupaksa dia untuk menungging Kumulai memasukkan kontolku dari belakang.

“Oughh Jangannn masukin Kontol kamu Der” jaritnya lagi.

“Sudah nurut saja tan, aku mau kepuasan dari tante, aku lihat tante sangat galak kalau diranjang.” kataku sambil menyodokkan kontolku kudorong tubuhnya kedepan agar kontolku bisa masuk lebih dalam.Poker

Kurasakan memek tante Selvi agak sedikit basah, nampaknya dia belum begitu terangsang dengan apa yang sudah kulakukan tadi. Kemudian kucabut kontolku lalu kuposisikan badanku berjongkok dari belakang pantatnya dan kujilati memeknya dari bawah.

“Aahhh…Kamuuu mmmauu apain memek tante” katanya dengan suara khas wanita yang sedang menahan nikmat.

Kujilati memeknya. Aku mencium bau memek yang khas. Aku bisa merasa kalau dia sudah mulai bernafsu, dia tak lagi berontak bahkan dia mengangkat kakinya sebelah keatas meja kompor dan memberikan celah agar memeknya lebih mudah dijilat. Dam akhirnya dia pun ikut kerasukan setan.

“Sudahlah, kalau kamu mau menikmati tubuhku yasudah lakukanlah. tapi aku minta jangan ayahmu sampai tau kalau kita pernah melakukan hubungan intim. kapan saja kamu mau merasakan tubuhku akan kuberikan asalkan kamu jangan main paksa apalagi ingin melakukannya sewaktu ada ayahmu” keluhnya.

Kemudian tante selvi membalikan badan dan duduk diatas meja kompor membuka lebar pahanya dan menyingkapkan kedua bibir memeknya sekaranglah baru terlihat jelas dengan ditumbuhi jembut yang lebat dan halus kulihat vaginanya sudah merah merekah

Tanpa alasan lagi aku berdiri dan kumasukkan kontolku ke lubang memeknya

“Sssttthhhh…aaahhh…nikmatnya…kontolmu benar-benar besar dan keras oughhhhh” rancunya keenakan.

Genjotankupun semakin ganas. Hampir 10menit aku menggenjotnya hingga akhirnya dia meraih orgasme. Tapi aku belum juga mencapai klimaksku.

“Tante aku belum bisa keluar….” keluhku padanya.

Seperti orang kelaparan dia langsung turun dari meja dan menjilati kontolku dengan ganasnya. Dia benar-benar mahir sponge kontol. Kontolku hampir habis ditelannya. Tak lama kemudian kutekan kepalanya dalam dalam, Ohhhhhhhhh

“Ooooohhh…tanteee aku keluaaaarrr….aahhh…” erangku. Kumuntahkan semua spermaku ke dalam tenggorokannya.

“Kita pindah ke kamar tan, nggak seru ngentotnya didapur” Tanyaku
Kugendong tante sampai kekamarnya, lalu kulanjutkan kumasukan kontolku lagi ke lubang memeknya dengan posisi aku masih diatas kugoyang dengan kencang sambil meremas remas payadaranya taklupa kupelintir lintir pentilnya yang keras sekali

”Oughhhhhh Aaaaahhhh Sayangg kamu nakall banget sihh, beraaa….nniiii jjuugaaa kaa….aaahhh muuu perrrkosaa tantemu” Godanya dengan terbata bata karena sodokanku semakin kencang membuat tante selvi mendesah nikmat.Sakong

”Lah, siapa suruh tante Bahenol sekali siapa juga yang tahan kalau hanya bedua saja dirumah sama tante, posisi tante cuma pakai daster itupun nggak pakai daleman. Tentu aja kontol Derry udah ngacung pengen masukin ke memek tante montok” ^^Jawabku yang sedikit kacau sudah

”Kenapa kamu tidak bilang sih? kalau kamu sudah terangsang banget lihat tante, tidak harus sampai perkosa tantee!”

”Yasudah kamuu nikmatinn saja tubuh tante sepuaaasmu sayang, tante relaa kalau untuk kamu kentot saja”
Kupercepat tusukan ku sampai tante orgassme yang kedua kalinya

”Aaaakhhhhhhh Sayangggg tantee Keluarr lagiiiii nihhh Ahhrhhhhh” Desahannn kenikmatannya muncul lagi
Aku langsung menukar posisinya sekarang Tante yang diatas Derry yang dibawah ”gantiann tante Selvi yang muasin aku, aku belum juga orgasme nih tan”

Tak buang buang waktu tante langsung mengoyangkan pinggulnya maju mundur dengan cairan kewanitaannya belum juga habis.
Tante Silvi merubah Tekniknya dengan memompa kontolku naik turun naik turun, kuseiramakan dengan sodokanku dari bawah yang membuat pantat dan selangkanganku berbunyik

”Plakkk Pakk Pakk Pokk Plak Sayang enakan? emang kamu kuat kalau udah tante giniin?” Tanya tante sambil memperkuat hentakan memeknya

”Aaaaahhh tanntee akuuu keluarr!!” ”Kitaa Barengann yahh. Tante jugaaa mau keluar lagii” ”aku keluarinn dimana tan??.” Lirihku karena pertahananku sudah jebol

”iyahh sayang kamuu keluarin didalam saja, taburin benih kamu di rahim tante”

”Aaaaaghhhhhhhhh tanteeeeee Shhhttttt” Desahannku dan tante bercampur karena kami sudah mencapai puncakku

Kontolku yang masih menancap kubiarkan saja sampai dia mengecil sendiri. Setelah itu kami pun tidur layaknya suami istri sampai pagi
Kami tetap melakukannya hubungan intim sampai Tante Selvi menjadi istri ayahku, karena tante selvi terpuaskan denganku tante tak pernah menolak asalku ajak bersetubuh

kuberanikan diri untuk mencoba bersetubuh dibelkang ayahku yang sedang bersantai membaca koran, Seperti layaknya Film porno.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com
domino99,