Minggu, 18 Mei 2025

NGENTOT DENGAN ISTRI PAMANKU

https://heylink.me/Jaguar.QQ/




FORUM DEWASA Berawal dari 25 tahun lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya. Sebagai perantau muda yang masih polos, saya pergi ke pulau Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib.

Paman dan Bibi yang tinggal di sebuah kota kecil LM sebelah timur Surabaya sudah dikirimi telegram untuk menjemput saya, namun karena komunikasi yang kurang lancar, sehingga kami tidak bertemu. Dengan berbekal alamat rumah Paman, saya memutuskan untuk langsung berangkat ke kota LM dengan menggunakan bis kota.

Tiba di kota LM sudah menjelang sore hari, dan dalam keadaan lapar saya menuju ke rumah Paman, namun ternyata Paman dan Bibi sudah sejak pagi berangkat ke Surabaya untuk menjemput saya. Berkat kebaikan tetangga (karena sudah diberitahu Bibi mengenai kedatangan saya) Pak Edy dan istrinya Bu Ning (keduanya berusia sekitar 45 tahunan), saya diberitahu untuk tinggal sementara di rumah mereka. Disinilah awal dari inti kisah nyata saya.Domino99

Bu Ning sebagai umumnya wanita Jawa setengah baya dan kebetulan belum dikarunia momongan selalu memakai kebaya dan rambutnya disanggul, sehingga penampilan selalu anggun. Bertubuh sekal, pinggul dan pantatnya yang besar, suka tersenyum dan sangat baik.

Malam itu kira-kira jam 19:00 Pak Edy sebagai petugas kantor pos harus lembur malam karena akhir Desember banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sementara saya karena kecapaian setelah menempuh perjalanan panjang tertidur pulas di kamar yang telah disediakan Bu Ning.

Kira-kira jam 11 malam saya terbangun untuk ke kamar kecil yang ada di belakang rumah, dan saya harus melewati ruang tamu. Di ruang tamu saya melihat Bu Ning sedang menonton TV sendirian sambil rebahan di kursi panjang.
“Mau kemana Dik..? Mau keluar maksudnya..?” tanya Bu Ning lagi.
Karena rupanya Bu Ning tidak mengerti, akhirnya saya katakan bahwa saya mau kencing.
“Ohh.., kalau begitu biar Ibu antarkan.” katanya.

Waktu mengantar saya, Bu Ning (mungkin pura-pura) terjatuh dan memegang pundak saya. Dengan sigap saya langsung berbalik dan memeluk Bu Ning, dan rupanya Bu Ning langsung memeluk dan mencium saya, namun saya berpikir bahwa ini hanya tanda terima kasih.

Setelah kencing saya balik ke kamar, namun Bu Ning mengajak saya untuk nonton TV. Posisi Bu Ning sekarang tidak lagi berbaring, namun duduk selonjor sehingga kainnya terangkat ke atas dan kelihatan betisnya yang putih bulat. Sebagai pemuda desa yang masih lugu dalam hal sex, saya tidak mempunyai pikiran yang aneh-aneh, dan hanya menonton sampai acara selesai dan kembali ke kamar untuk tidur lagi.

Pagi-pagi saya bangun menimba air di sumur mengisi bak mandi dan membantu Bu Ning untuk mencuci, sementara Paman dan Tante belum kembali dari Surabaya karena mereka sedang mencari saya disana. Om Edy sudah berangkat lagi ke kantor, tinggal saya dan Bu Ning di rumah. Bu Ning tetap mengenakan sanggul. Beliau tidak berkebaya melainkan memakai daster yang longgar, duduk di atas bangku kecil sambil mencuci. Rupanya Bu Ning tidak memakai CD, sehingga terlihat pahanya yang gempal, dan ketika tahu bahwa saya sedang memperhatikannya, Bu Ning sengaja merenggang pahanya, sehingga kelihatan jelas bukit vaginanya yang ditumbuhi bulu yang cukup lebat, namun hingga selesai mencuci saya masih bersikap biasa.

Setelah mencuci, Bu Ning memasak, saya asyik mendengarkan radio, waktu itu belum ada siaran TV pagi dan siang hari. Siangnya kami makan bersama Om Edy yang memang setiap hari pulang ke rumah untuk makan siang.DominoQQ

Malam harinya Om Edy kembali lembur, dan Bu Ning seperti biasa kembali mengenakan kebaya dan sanggul, sambil nonton TV. Di luar hujan sangat lebat, sehingga membuat kami kedinginan, dan Bu Ning meminta saya untuk mengunci semua pintu dan jendela.

Pada saat saya kembali ke ruang tamu, rupanya Bu Ning tidak kelihatan. Saya menjadi bingung, saya cek apakah dia ada di kamarnya, juga ternyata tidak ada. Saya balik ke kamar saya, ternyata Bu Ning sedang berbaring di kamar saya, dan pura-pura tidur dengan kain yang tersingkap ke atas, sehingga hampir semua pahanya yang putih mulus terlihat jelas.

Saya membangunkan Bu Ning, namun bukannya bangun, malah saya ditarik ke samping ranjang, dipeluk dan bibir saya diciuminya. Karena saya masih bersikap biasa, Bu Ning membuka kebayanya dan meminta saya untuk mencium buah dadanya yang sangat besar dengan puting hitam yang sangat menantang. Saya menuruti dengan perasaan takut, dan ternyata ketakutan saya membuat Bu Ning semakin penasaran dan meminta saya untuk membuka baju dan celana panjang, sehingga tinggal CD, sementara Bu Ning mulai membuka kainnya.

Bu Ning mulai mencium adik kecil saya, dan meminta saya melakukan hal yang sama, dengan mencium vaginanya yang wangi dan merangsang secara bergantian. Sambil mencium vaginanya, tangan saya disuruh meremas buah dadanya yang masih keras dan kadang memilin putingnya yang mulai mengeras, nafas Bu Ning mulai terasa cepat, dan meminta saya untuk membuka CD dan mencium tonjolan daging yang tersembul di mulut vagina. Saya melakukan sesuai perintah Bu Ning, dan ternyata terasa basah di hidung saya karena banyaknya cairan yang keluar dari vagina Bu Ning, sementara Bu Ning mendesis dan mendesah keenakan dan kadang-kadang mengejangkan kakinya.

“Uhh.. ohh.. ahh.. ohh.., terus Dik..!” desahnya tidak menentu.
Meriam saya berdiri tegang dan Bu Ning masih mempermainkan dengan tangannya. Sesekali Bu Ning meminta saya untuk mengulum bibir dan putingnya. Setelah puas dengan permainan cumbu-cumbu kecil ini, Bu Ning kembali ke kamarnya dan saya pun teridur dengan pulasnya.

Pagi-pagi Paman dan Bibi yang rupanya telah kembali dini hari menjemput saya, dan rumah Paman dan rumah Om Edy ternyata bersambungan dan hanya dibatasi sumur yang dipergunakan bersama. Setelah berbasa-basi sebentar, dan Bu Ning katakan bahwa saya sudah dianggap anak sendiri, jadi kalau Paman dan Bibi berpergian, saya bisa tidur di rumah Om Edy. Kebetulan Paman pada saat itu sedang menyelesaikan tugas akhirnya di PTN di kota ML.

Kehidupan hari-hari selanjutnya kami lalui dengan biasa, namun kalau sedang berpapasan di sumur kami selalu senyum penuh arti, dan makin lama membuat saya mulai jatuh cinta kepada Bu Ning, senang melihat penampilannya yang anggun. Sebulan kemudian Paman dan Bibi harus ke Ml, dan saya dititipkan lagi pada Om Edy.BandarQ

Hari itu adalah hari Jumat. Setelah selesai sarapan, Om Edy pamitan untuk ke BTR karena ada acara dari kantor sampai minggu sore, dan meminta saya untuk menjaga Bu Ning. Setelah Om Edy berangkat, saya dan Bu Ning mulai tugas rutin, yaitu mencuci, dan seperti biasanya Bu Ning selalu mengenakan daster, tanpa CD. Saya diminta Bu Ning agar cukup memakai CD.

Sambil mencuci kami bercengkrama, ciuman bibir dan mengulum putingnya. Saya berdiri menimba air dan Bu Ning jongkok sambil mencium adik kecil saya, atau Bu Ning yang menimba air saya yang jongkok sambil mencium klitorisnya yang sudah mulai mengeluarkan cairan. Ketika kami saling birahi dan sudah mencapai puncak, Bu Ning saya gendong ke kamar. Di ranjang, Bu Ning saya pangku. Sambil mencium leher, samping kuping dan mengulum putingnya (menurutnya kuluman puting cepat membuatnya horny), kemudian Bu Ning mengambil posisi telentang dan meminta saya untuk memasukkan meriam saya yang memang sudah tegang sejak masih berada di sumur.

Karena Bu Ning jarang melakukannya, maka meriam saya perlu dioleskan baby oil agar mudah masuk ke vaginanya yang sudah basah dengan cairan yang beraroma khas wanita. Pahanya dilebarkan, dilipatkan di belakang betis saya, pantatnya yang bahenol bergoyang naik turun. Sambil mencium keningnya, samping kupingnya, mengulum bibirnya, tangan kiri saya mengusap dan kadang menggigit kecil putingnya atau menjilat leher dan dadanya.

“Teruss.. Dikk..! Tekan..! Huh.. hah.. huh.. hahh.. ditekan.. enakk sekali.. Ibu rasanya.. nikmatt.. teruss.., Ibu udah mau nyampen nih.. peluk Ibu yang erat Dikk..!” desahnya mengiringi gerakan kami.
Sementara itu saya merasakan makin kencang jepitan vagina Bu Ning.
“Saya udahh.. mauu.. jugaa.. Bu..! Goyang.. Bu.., goyang..!”
Dan akhir.., pembaca dapat merasakannya sendiri. Akhirnya kami terkulai lemas sambil tidur berpelukan.

Jam 4 sore kami bangun, dan kemudian mandi bersama. Saya meminta Bu Ning menungging, dan saya mengusap pantat dan vaginanya dengan baby oil. Rupanya usapan saya tersebut membuat Bu Ning kembali horny, dan meminta saya untuk memasukkan kembali adik kecil saya dengan posisi menungging. Tangan saya mempermainkan kedua putingnya.
“Teruss.. ohh.. teruss.. yang dalam Dik..! Kok begini Ibu rasa lebih enak..!” katanya.
“Ibu goyang dong..!” pinta saya.

Sambil pantatnya digoyangkan ke kiri dan ke kanan, saya melakukan gerakan tarik dan masuk.
“Oohh.. ahh.. uhh.. nikmat Dikk.. terus..!” desahnya.
Akhirnya Bu Ning minta ke kamar, dan mengganti posisi saya telentang. Bu Ning duduk sambil menghisap putingnya.
“Ohh.. uhh.. nikmat Dikk..!” katanya.
Kadang dia menunduk untuk dapat mencium bibir saya.

“Ibu.. udahh.. mau nyampe lagi Dikk.. uhh.. ahh..!” katanya menjelang puncak kenikmatannya.
Dan akhirnya saya memuntahkan sperma saya, dan kami nikmati orgasme bersama. Hari itu kami lakukan sampai 3 kali, dan Bu Ning benar-benar menikmatinya.

Malamnya kami hanya tidur tanpa mengenakan selembar benang pun sambil berpelukan. Dan keesokan harinya kami lakukan hal yang sama seperti kemarin, dan serasa kami sedang berbulan madu, sampai kedatangan Om Edy.Poker

Pengalaman dengan mentor sex saya ini ternyata dikemudian hari ada juga manfaatnya untuk menghilangkan kejenuhan, karena mengajarkan bagaimana melakukan “foreplay” dengan pasangan sebelum sampai pada puncak permainan. Selain itu timbul suatu kelainan dalam kehidupan sex saya, karena hanya menikmati sex setelah melihat atau membayangkan atau melakukan dengan wanita STW yang berkebaya/sanggul atau rambut disasak.

Akhir bulan Februari tahun berikutnya saya harus berangkat ke Jakarta karena akan melanjutkan kuliah disana. Setiap liburan saya menyempatkan diri untuk berlibur di rumah Paman dan bertemu dengan kekasih saya, dan Mentor sex saya Bu Ning yang selalu mengenakan kebaya dan bersanggul. Dan juga apabila ada kesempatan, kami mengulangi permainan sex dengan pola permainan yang sama.AduQ

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

Sabtu, 17 Mei 2025

NGENTOT DENGAN MBAK NITA

https://heylink.me/Jaguar.QQ/




FORUM DEWASANama saya Hendrawan, biasa dipanggil Hendra. Saat ini saya sedang kuliah di Institut Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang 5 di Denpasar, Bali. Kisah yang saya ceritakan adalah kisah nyata yang terjadi ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA, di kota Jember, Jawa Timur.

Saat itu saya tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumah saya tinggal seorang perempuan, namanya Nia Ragawati, tapi biasa dipanggil Nia. Usianya sekitar 24 tahun saat itu, itulah sebabnya saya selalu memanggilnya Mbak Nita. Dia bekerja sebagai kasir di sebuah department store di kota saya. Dia cantik, jika dilihat seperti bintang sinetron Sarah Wei, kulitnya putih dan rambutnya hitam sebahu. Tapi yang paling saya lihat di rumah adalah payudaranya yang indah. Sekitar 36B payudara berukuran cocok dengan tubuhnya yang ramping.

Kecantikan tubuh Mbak Nita terlihat semakin indah saat melihat bokongnya. Tidak bisa berbohong kali ini, aku benar-benar ingin mencubit pantat ajaib itu. Bahkan jika Mbak Nita meminta saya untuk mencium pantatnya, saya akan melakukannya. Hal lain yang membuatku betah adalah bibirnya yang merah. Aku ingin mencium bibir pecah-pecah itu. Tentu saja, ketika membayangkan keindahan tubuhnya, itu akan sangat lezat.Domino99

Saat membersihkan teras rumahnya setiap pagi, Mbak Nita selalu mengenakan kaos tanpa lengan dan hanya celana pendek. Saat dia menunduk, aku sering melihat bayangan celana dalamnya yang berbentuk segitiga. Saat itulah penis saya langsung ereksi. Apalagi saat aku menunduk dan tidak bisa melihat bayangan celana dalamnya, aku terus berpikir, wah, dia pasti tidak memakai celana dalam. Kemudian saya membayangkan seperti apa tubuh Mbak Nita jika dia telanjang dan jika dia memiliki rambut vagina yang tebal. Inilah yang saya pikirkan setiap pagi dan selalu bangun. Saya bahkan berjanji pada diri sendiri bahwa jika keinginan saya menjadi kenyataan, saya akan mencium seluruh bagian tubuh Mbak Nita. Terutama bokong, payudara dan vagina, akan saya jilat sampai puas. Malam itu, saya pergi ke rumah Ferry untuk berlatih musik untuk pertunjukan sekolah.

Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah. “Waduh kunci terbawa Baron,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam. “Lho masih di luar Hen..” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Nita baru pulang. “Eh iya.. Mbak Nita juga baru pulang,” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya. “Kok kamu tidur di luar Hen.” “Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Nita memberiku tumpangan tidur di rumahnya.

Selanjutnya Mbak Nita membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan. “Kenapa Mbak, pintunya macet..” “Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab Mbak Nita. “Kamu bisa membukanya, Hen.” lanjutnya. “Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku. Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Nita memberiku tumpangan tidur di rumahnya. “Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega. “Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana.” “Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda. “Terima kasih ya Hen,” ucap Mbak Nita sambil masuk rumah. Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian Mbak Nita keluar dan menghampiriku. “Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen,” kata Mbak Nita. “Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi. “Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.” Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan. “Mbak, saya tidur di kursi saja.” Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu. “Ini bantal dan selimutnya Hen.” Aku tersentak kaget melihat Mbak Nita datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek. “Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku. “Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.” “Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda. “Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak Nita sambil masuk kamar.

Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Nita hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Nita. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Nita. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Nita tidur dan pakaiannya sedikit terbuka.

Aku memberanikan diri masuk kamarnya. “Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Mbak Nita. “Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri. “Ini di sini,” kata Mbak Nita sambil menunjuk tempat tidurnya. Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Nita ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Nita yang tertutup kain tipis itu. “Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak Nita. “Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak Nita saat aku hendak naik ranjangnya.

Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu penisku sudah berdiri. “Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat,” katanya. “Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong,” kataku. “OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.” Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Nita mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan penis berdiri.DominoQQ

Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Nita penisku sudah berdiri. “Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak Nita. Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini. Setelah Mbak Nita benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak Nita yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Nita rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri. “Oh, Hen nikmat sekali rasanya..” Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Nita. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Nita. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas.

Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Nita yang merah. “Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya. “Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue,” jawabku. Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Nita. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang vagina Mbak Nita. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak Nita. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Nita. “Naik ranjang yuk,” ucap Mbak Nita.

Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Nita tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina Mbak Nita. Vagina itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Nita rajin merawat vaginanya.

Saat kubuka vaginanya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Nita menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat. “Masih belum puas menjilatinya Hen.” “Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.” “Ganti yang lebih nikmat dong.” Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Nita yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya.

Kemudian sambil memegang penisku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam vagina Mbak Nita. “Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..” “Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah..” Aku terus memasukkan penisku hingga habis. Ternyata penisku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam vagina Mbak Nita. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.BandarQ

“Mbak Nita.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah..” Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Nita semakin menggeliat keasyikan. “Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..” Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Nita memintaku menarik penis. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu penisku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Nita memegang kendali permainan. Diremasnya penisku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Nita. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti vagina yang ada lidahnya.

Setelah puas mengulum penisku, ia mulai mengarahkan penisku hingga tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga penisku habis masuk ke dalam vaginanya. “Oh.. Mbak Nita.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh..” Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Nita. Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Nita. “Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..” “Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…” Mbak Nita rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina Mbak Nita mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Nita disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa penisku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat. “Mbak Nita.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt..” “Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt..” Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Nita melepas penisku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya.

Sebelum kemasukan penisku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Nita kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati. “Hen, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak Nita. Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman penisku. “Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.Poker

Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan ganas vagina Mbak Nita. Nikmat sekali rasanya saat penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras. “Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen.. terus.. lebih keras Hen…” “Mbak Nita.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..” Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak Nita membasahi penisku. Cairan itu membuat vagina Mbak Nita bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Nita berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama. “Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..” Kutarik penisku keluar dari lubang duburnya dan dari penisku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Nita yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung penisku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh pantat Mbak Nita. “Oh, Mbak Nita.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat..” “Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat..” Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu.

Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi. “Kamu nggak sekolah Hen,” tanya Mbak Nita. “Sudah terlambat, Mbak Nita tidak bekerja.” “Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..” Kemudian Mbak Nita pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Nita tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu.

Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita. Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Nita dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak Nita, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan benar-benar terjadi.AduQ

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

Kamis, 15 Mei 2025

BERCINTA DENGAN TANTE YONA

https://heylink.me/Jaguar.QQ/




FORUM DEWASAPindah ke Jogja karena terlalu keras kepala di Jakarta. Diungsikan sementara ke Jogja untuk beberapa waktu karena dihukum karena berkelahi. Tante saya masih berusia 27 tahun. Ia memiliki seorang suami yang sibuk dengan bisnisnya, pertambangan di wilayah Papua.

Lalu Tante Yona Menawarkan aku untuk tinggal besamanya dulu agar aku di didik menjadi anak baik, tanteku bilang,
“Muklas, Udah kamu pindah kesini aja untuk sementar!” aku pikir2 boleh juga nih sekalian aku refresing

“Okee Besok Muklas Kesana Tan” Lalu aku membenahi semua pakaianku dan bersiap2 untuk berangkat ke jogja

Aku sangat suka masturbasi dengan, koleksi film bokepku banyak indonesia dan jepang. Setiap hampir setiap hariaku masturbasi sambil nonton bokep, akhirnya Tante Yona tau ketika aku sedang asyik mengkocok kontolku.Domino99

Ketika itu aku sedang Terlentang diatas kasur aku tidak sadar kalau Pintu belum kukunci, dan terjadilah Tante langsung nyelonong masuk aja tanpa ngetuk pintu.

“Mmh, kamu ngapain? Waduh Lagi Masturbasi yah” aku kaget setengah mati.. aku baru ingat kalau aku lupa kunci pintu. tapi yang membuatku bertanya2 adalah Tante Yona tidak marah, malu ataupun gimana2 dia hanya senyum.. Aku Menutupi kontolku dengna Bed Cover Agar tidak terlihat jelas oleh Tante Yona.

“Las, Keluarin aja sini tante Kocokin biar keluar.”

“Ahh nggak ah Tante, Malulah masa Keponakan nunjukin batangnya sama Tante Sendiri” ujarku..

“udah kamu gak perlu malu sama tante, Tante juga lagi horny udah lama nggak dibelai sama Suami tante.” Katanya Tante Yona mendekatiku dan duduk dikasurku sambil tangannya menarik Bed coverku dan kontolku mencuat keluar karena udah tegang sedari tadi.

“Ah Tante jangan deh, Masaan Tante Kocokin Kontol aku”

Tanpa banyak bicara lagi Tante Yona langsung mengulum kontol aku, Disedot-Sedot kepala kontol aku, Dijilatin, batang dan kepala kontolnya. akhirnya Pertama kali aku merasakan disepongin.. Nikmatnya bukan main ditambah lagi Tante Yona yang berpegalaman tentang Sex semakin membuatku terbakar Birahi

Melihatku merem melek keenakan permainan lidah Tante Yona makin Liar dia sangat nafsu banget kulumin kontolku..dihisapnya dalam-dalam kontolku… “aaakkkkhhhh…gila nikmat banget banget tante…” ujarku.. tak mau kalah dengan permainan Tante Yona.DominoQQ

Tanganku mulai berani memegang payudara Tante Yona yg berukuran 34b, tidak terlalu besar tapi masih padat berisi dan kenyal.. kuselipkan tanganku masuk dalam piyama Tante Yona kenakan.. rupanya dia tidur tidak mengenakan bra.

Kuusap-usap puting kanannya..tanganku yang 1 lagi membelai rambutnya yg halus dan lembut sebahu panjangnya. kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras dan kuremas dengan lembut… aku semakin bergairah dibuatnya dan kuangkat tubuhnya agar aku bisa mencium bibirnya yg tipis.

Kukulum bibirnya, kuhisap-hisap lidahnya.. “eehhmmmm…hmmm..gumam” tanteku.. tanganku terus bergerilya kali ini kedua payudaranya bisa kuremas-remas..kujepit kedua putingnya dan kugesek-gesek dengan ujung jariku.. aaahhhh…desahnya menggoda…terus “Lass…enak banget,” katanya…kuciumi lehernya telinganya terus turun ke payudaranya… aku hisap kuat putingnya.

“Sssssllllluuuurrrrppppp….ssssshhhhh…”. begitu terdengar suara hisapanku.. “aaaaakkkkhhhhhhh….nikmat banget mukklass….kamu hebat banget!!”..sambil matanya terpejam menikmati jilatanku…tangan kiriku kuselipkan masuk CD Tante Yona,kucari itilnya, rupanya Tante Yonaudah sangat terangsang Itilnya sudah mengeras dan basah.

Memeknya basah banget.. “Jilatan kamu hebat…terusin lass, puasin tante hari ini” ..ujarnya manja.. tanpa ragu kupijit-pijit lembut itilnya yang mungil..kutekan kebawah keatas..Tante Yona semakin mengelinjang.. tubuhnya mengeliat.

Jariku kumainkan disekeliling itilnya..sesekali kumasukan jari tengahku keliang memeknya yg udah basah banget…kulepasin semua piyama Tante Yona dan CD nya hingga telanjang bulat, kubuka kakinya lebar-lebar lalu kujilatin memeknya.

Itilnya kutekan dengan lidahku..kulumat tanganku membelai jembutnya yg tipis dan lurus…
“Sayaannnggg…jangan siksa tante lagi cepet masukin kontol kamu, tante gak tahan..!!” pintanya dengan mata terpejam dan kedua tangannya menekan kepalaku kememeknya.

Tanpa bicara lagi kujulurkan lidahku masuk lubang memeknya..kutekan dalam-dalam sampe hidungku mentok di itilnya..kuputar-putar lidahku didalem memek Tante Yona yangg sangat basah.

“haaahhhh…aaaaahhhhh… Aaahhhkkksss” tubuh Tante Yona mengelinjang gak karuan…
“Muukklllass tante mau keluar… aaaaaaaaaahhhhhhh…….Tante Yonaa melengkuh hebat.

 Tubuhnya menegang dan ssseeerrrr.. cairan hangat memeknya tumpah dalam mulutku..tante orgasme…. kujilat habis cairan memeknya dan kuminum… kupeluk tubuh Tante Yona sambil kubelai-belai rambutnya, kutunggu sampai nafasnya teratur kembali.

“Lasss gila yah kamu bisa bikin tante orgasme sampe gemetar?!!” Tanganku membelai pantatnya yang kenyal..sekarang telinganya aku kulum..hhmmm.. kubisikan,”

“sekarang aku kumasukan kontolku..” dia membalas ciumanku dengan ciuman penuh nasfu dileherku.BandarQ

Kujilat dan kuciumi lehernya..sambil kugesek-gesekan bulu dadaku dikedua payudaranya.. “Aaaahhhh” desahnya.

Kuselipkan jari tengahku dalam memeknya, kukocok-kocok, sesekali kumentokin dan kugesek-gesek bagian atas memeknya..kukenyot putingnya.

Tangan tante ga mau kalah dia memegang kontolku yg tegang banget..sambil dikocok-kocok kontolku… “aaaahhh…aaaakkkhhhh…ku jadi makin horny….jariku mulai basah lagi oleh cairan memek Tante Yona.

“hhhhhhhhhhmmmmm….aaahhhhh…” desahnya Tante Yona “Muklass ayooo cepet masukin kontol kamu…tante gak tahan banget memeknya pengen digenjot kontol kamu…pintanya..” kuangkat tubuh Tante Yona yg mungil.”

Aku tekan kontolku masuk pelan-pelan dalam memek Tante Yona …oooohhhhh dengan mudah kontolku masuk lubang memek Tante Yona karena memeknya udah basah lagi…perjakaku ilang….

Kutekan makin dalam sampe mentok… lalu pantatku mulai kugoyang maju mundur…sambil kupegang pantatnya untuk mengimbangi kocokan kontol aku.. mulutku gak bisa biarkan puting Tante Yona menganggur,sambil goyang aku sedotin puting Tante Yona bergantian.

“Muklass yang kenceng lagi goyangnya, lengkuh Tante Yona….aaaaahhhh…ooohhhh enak banget Mukllasposisi kaya gini”

“Kontol kamu mentok sekaligus neken-neken itil tante…enaknya double, rancu mulut Tante Yona.. kugoncang tubuh Tante Yona lebih keras dan lebih cepat lagi kocokan kontolku… dannn…..kurasakan kenikmatan yg tiada taranya.”

Tubuhku mulai mengejang….rasanya sebentar lagi mau keluar spermaku…mulut Tante Yona meracu gak karuan…melengkuh… mendesah,Poker

Dan sesaat kemudian kurasakan jepitan memek Tante Yona makin kuat..membuatku makin gak tahan.

“Sumpah nikmat banget,,,,,,hhhhhhhhhhhhaaaaaa,,,,,aaaaaahhhhhhhhhh aq gak tahan banget tante…. mau muncrat nih,,,”

“Crott diidalam aja tante…”..ucapku…tapi Tante Yona tak menhiraukan ucapanku…dia terus menggenjot kontol aq….dan oooooooooooohhhhhhhhhhhh…”

Spermaku keluar…sesaat kemudian tante pun mengejang dan kakinya makin erat menjepit pinggangku dia mendesah dengan keras…

“Aaaaaaaaaahhhhh….aaaaakkkkkhhhhhh….aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh…”

Cairan memeknya mengalir membasahi pahaku… kita berdua rebah dikasur dengan posisi kontolku masih menancap di memeknya..kubiarkan Tante Yona tiduran diatas tubuhku..matanya masih terpejam menikmati orgasmenya.AduQ

Memeknya pun masih berdenyut-denyut…..kupeluk erat tubuhnya… Muklas makasih banget udah puasin tante…capek banget Mukk, kita tiduran dulu sejam dua jam,kata Tante Yona.. balasku.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

Rabu, 14 Mei 2025

DIAJARI SEX SAMA TANTE SANGEAN

https://heylink.me/Jaguar.QQ/




FORUM DEWASApengalaman pribadi dari salah satu narasumber kita – Saat ini tinggal seorang karyawan yg baru bekerja di kota. Pemuda itu ganteng namun pendiam. aku lihat dari bodinya sepertinya dia aktif olah raga.Karena aku juga sering lihat dia pulang memakai celana pendek dan sepatu olahraga. Pagi ini dia terlihat habis olahraga jadi pasti di kamarnya dia sedang mandi. penghuni kamar lain pulang kampung karena yg lain mahasiswa pulang liburan. Jadi kami hanya berdua. Wahhh …. kesempatan nih.

Karena hari ini dirumah sepi membuat diriku makin kesepian tdk ada teman bicara. Sopir dan pembantuku pulang karena ada keperluan pribadi. Sedangkan tukang kebunku tdk menginap karena rumah dia dekat dengan rumahku. Aku tdk keberatan mereka pulang karena masih ada anak kost yg tinggal jadi tdk ada masalah aku sendirian. aku Penasaran dan ingin cari teman obrolan. aku cari alasan untuk ketemu pria itu, aku iseng dan bertanya tentang laptopku. Maka aku menuju ke kamarnya.Domino99

Karena di rumah sepi dan lagi santai aku hanya mengenakan lingerie warna hitam kesukaanku. Jika dilihat pasti kelihatan dalamannya.pria manapun yg melihat pasti akan terangsang. Aku tak ambil pusing. Jika dia memang pri sejati tak ada salahnya bercinta dengan pemuda ini. Perjaka lagi. hehehe .. senyumku dalam hati. Ternyata pintunya kamarnya tdk terkunci. Pelan-pelan kuketuk pintunya kubuka pintunya dan akupun masuk dengan rasa penasaran.

Rupanya dia sedang di kamar mandi dan dia tdk menyadari kehadiranku. Kemudian aku masuk. Terlihat dia sedang berdiri menghadap bak mandi. Tubuhnya dalam keadaan telanjang sepertinya mau mandi. Secara keseluruhan dia terlihat gagah. Akhirnya kudatangi dia. Terlihat matanya terpejam menikmati apa yg sedang dilakukannya. Dari gerakan pada lengannya kutahu dia sedang mengocok ‘penis’nya. Segera kutujukan mataku ke arah selangkangannya.

Apa yg kulihat saat itu bikin aku kagum, bahkan membuat nafasku sesak tersengal-sengal. Tangannya sedang menggenggam ‘penisnya’nya, yg kelihatan besar dan panjang sekali. Ujung kepala ‘penis’nya bulat, terlihat keras dan mengkilat. Seperti orangnya warnanya juga cokelat tua agak kehitam-hitaman. Dia mengocok-ngocok ‘penis’nya yg mengagumkan itu. Rupanya dia sedang mandi dan membersihkan penisnya. woww ini gua suka, lelaki yg rajin membersihkan penisnya. Gerakan membersihkan penisnya seperti masturbasi membuat aku kedalam khayalan kenikmatan. Dan ku juga terbawa untuk memejamkan mataku. Terbayangkan olehku hal yg tdk-tdk yg juga membuatku terangsang. Jadi ingin aku merasakannya. ahhhh pasti nikmat.

Kurasa sesuatu yg menggelegak dalam diriku. Sekali lagi aku sampai menelanludah. Lalu kuberanikan diriku untuk menyapanya, …

“Randi Besar amat sih penismu?” Dia terlihat sangat terkejut. Tersipu-sipu ia berkata, …
“Aduh Tante kok ada di sini … !” Segera kutenangkan dia, …
“Gpp, Gpp kok.” Lalu aku mendekati dia sambil mengulurkan tanganku ke arah ‘penisnya’ aku berkata, …
“Coba Tante lihat dong! Ukurannya kok sampai segede ini sih?” Malu-malu dia berusaha menghindar, tapi terpegang juga olehku ‘barang kepunyaan’nya.

Setelah terpegang dia tdk terus berontak, malah dibiarkannya aku mengusap-usap ‘alat kejantanan’nya itu. Setelah aku usap-usap dia terlihat sudah mulai mampu menguasai diri lagi. Malah rupanya keberaniannya timbul. Dengan gaya lugunya dia bertanya, …

“tangan tante lembut sekali”
“Eh ngomong-ngomong mau diterusin nggak?” Dengan manis dan lugu bengong, …
“setengah bertanya”Maksud Tante.”
“Mau saya bantuin nggak?” Terlongo dia memandangku dan bertanya, …
“Emangnya bantu apa tante?” Sambil tersenyum genit aku berkata kepadanya, …
“Kalau kamu mau, tak bantu bersihin penismu … !” Bukan pakai sabun, tapi pakai lidah tante. Dijamin enak loh …. kataku.

Dia tdk perlu menjawabnya toh tetap aja aku akan memaksanya. Karena aku sudah memegang penisnya. Lalu kulepas dasterku.

“Kebetulan aku belum mandi, sekalian mandi disini boleh dunk”. Mandi asik bareng dia pasti asik.
“Kamu mau aku ajarin nggak?” kataku setengah bertanya. Kalaupun di bilang tdk mau, tetap akan aku paksa. Karena aku sudah tak tahan lagi.
“Ajarin apa tante” …Tak perlu aku jawab akhirnya kugarap penisnya
“Aduh tante, geli banget dan enakkk!” Erang Randi.
“Panggil aja aku Neng aja ya”. Kedua lengannya mengencang menygga tubuhnya, sampai terlihat otot-ototnya menonjol gagah.
“Randi! Randi! Besar amat ya kepunyaan kamu ini, kataku.

Beberapa saat hening tanpa ada suara, sementara aku terus mengocok-ngocok lembut ‘barang kepunyaan’ Randi. Sampai akhirnya terdengar lagi Randi bertanya, …

“Tante, katanya kalau orang bule seneng ngemutin pake mulut yah?” Pertanyaan ini kurasa semakin menjurus dan membuatku terusik oleh keinginan terpendam yg ada di hatiku.

Dengan singkat kujelaskan padanya, …

“Ah bukan orang bule aja, orang Indonesia juga mau.” Emang kamu pikir aku nggak mau.

Bodohlah aku jika tdk mau melumat penismu. Perjaka lagi. Ya iyalah …. rasanya beda gitu loh …. yg biasa aku pegang …. Berkahku hari ini aku sebentar lagi merasakan sperma perjaka …. woowwwww … pasti nikmat … Sambil sesekali penisnya aku cepit dengan susuku dan kugesek-kesekan sambil kuciumi dan kujilati ujung penisnya.DominoQQ

“Sarat sebagai laki-laki ya ITU-nya bisa bangun, besar, panjang, keras samakuat.” AKu sedikit menggurui. Kembali Randi nampak bersemangat, …
“Oh kalau itu sih Randi mampu … Aku membisikkan kesediaanku. Lalu Randi berkata dengan penuh keseriusan, …
“Aduh mau tante, !” Pada saat bibirku mendarat di atas ‘kepala kemaluan’nya dan mengecupnya Randi mendesah, …
“Aduh geli tante, enak.” Apalagi waktu mulai kujilat-jilat dengan lidahku, ia betul-betul merasakan nikmatnya.

Tubuhnya mengejang keras, …

“Aduh Tante geli sekali.” Begitu kumasukkan ‘ujung kemaluan’nya yg seperti ‘topi baja’ itu ke mulutku, lalu mulai aku kulum, Randi mengerang panjang. Karena keenakan dia sampai menekan kepalaku ke bawah. Dipenuhi oleh ‘ukuran kejantanan’ lelaki yg sebesar itu aku sampai sulit bernafas. Untung aku sudah cukup berpengalaman dalam hal ’seks oral,’ sehingga dengan mudah aku bisa menyesuaikan gerakan bibir, lidah dan mulutku.

Ketika ujung ‘tongkat kejantanan’nya menyentuh langit-langit mulutku, aku merasakan lonjakan gairah yg membawa nikmat.Manis sekali anak ini, akupun jadi semakin menyukainya. Langsung kuperhebat emutanku, sampai aku sendiri semakin terangsang. Sewaktu aku sudah mulai hanyut, ternyata masih juga kudengar permintaan Randi. “Neng,” … panggilnya, … “Tante.”

Karena sudah terangsang dari tadi, terutama setelah mulai mengemut ‘penisnya’, beberapa usapan saja sudah cukup untuk membawaku ke puncak rasa jasmaniku. Aku mengaduh, merintih dan mengerang sambil terus menjilati ‘barang kepunyaan’ Randi. Laki-laki itu sampai melihat aku dengan pandangan agak heran. Tapi tdk kuperdulikan lagi dirinya. Terus aku emuti ‘penis’ Randi di mulutku, sampai gelora rasaku mereda. Setelah itu yg aku sadar adalah betapa pegalnya rahang mulutku, karena dari tadi mengemuti kepunyaan Randi dengan tanpa henti.

Sedikit-sedikit mulai ada rasa jengkel juga karena daya tahan kejantanan lelaki itu kuat sekali. Hampir aku sentak dia ketika sekali lagi kudengar suaranya berbicara kepadaku.

“aaahhhh,” … katanya, …
”tante.”
“Saya hampir keluar tante.” Rasa gairah semakin merangsang diriku, semakin keras juga aku mengemut dan mengisap ‘alat kemaluan’ Randi.
BandarQ

Hingga akhirnya seluruh tubuh Randi mengejang keras, begitu juga batang kejantanannya di mulutku.

“Ahh … ahh … tante … tante … ahh … Aduhhh … aaahhhhh …,” … Randi mengerang keras dan panjang.

Rupanya dia sedang mengalami puncak kenikmatannya di mulutku. Semburan demi semburan sperma Randi memasuki rongga mulutku. Inilah sperma rasa perjaka, benar-benar nikmat apalagi masih hangat.

Banyak sekali, kental, dan asin rasanya. Supaya tdk terselak kutelan sebisa-bisanya. Tapi setelah aku tdk tahan lagi kubiarkan sebagian tertumpah dari mulutku dan terjatuh ke tubuh Randi. Kujilati sperma yg menempel di tubuhnya hingga tak tersisa. Beberapa saat kemudian keadaan mulai mereda. Kudengar suara nafas Randi lembut. Alat ‘kejantanan’nya yg masih berada dalam genggamanku ternyata masih keras juga. Sengaja tdk aku keluarkan semua spermanya agar dapat menikmati lebih lama di vaginaku.

Ber-oral seks di kamar mandi membuat kami kedinginan aku merasakan sperma pemuda lebih nikmat menghilangan rasa dingin. Penisnya masih aja tetap ngaceng sehingga ini membuat aku ingin menungganginya dan memasukkan dalam vagina. Lalu kuambil handuk yg sudah kubasahi dengan air panas dan kubersihkan seluruh tubuhnya.

Kutarik tangannya dan menuntunnya kembali ke kamar tidur. Kuarahkan supaya ia duduk di atas ranjang, lalu aku menelungkup di hadapannya. Kedua tanganku mulai mengusap-usap ‘batang kejantanan’ Randi. Ukurannya memang luar biasa. Tadi dalam keadaan Randi berdiri, kalau ‘batang keras’nya ditegakkan sepertinya panjangnya sampai ke pusarnya. Sekarang dalam keadaan dia duduk panjangnya jelas meliwati pusarnya itu.

Bibirnya kukulum,

”Hmmmhhhh… hmmhhhhhh…” dia mendesah-desah.

Setelah puasmelumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya makin kebawah lalu kuciumi dadanya.

“Hmmmhhhhhh… aduuhhh enak ..” rintihnya.

Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya penisnya yg sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok-kock,

“Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh …” dia cuman bisa mendesah doang. penisnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya,
“Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut penisnya, kemudian aku bilang,
“Randi… sekarang giliran kamu yach?” Gantian apa tante? Dia setengah tersentum. Gantian jilati vaginau” kataku.
Poker

Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yg ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku. kemudian mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya.

“Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yg mendesah keenakan.

Apalagi ketika dia menjilati pentilku yg tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan kemudian langsung menciumi vaginaku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati vagina dan it ilku.

“Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot vaginaku yg sudah mulai basah itu.
”Ahhhh… om… Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tdk peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun-ubun, dia kutarik untuk segera menancapkan penis besarnya di vaginaku yg sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake penis.

Tak sabar aku melihat, segera aku pingin merasakan nikmatnya penis gedenya. Kemudian aku pegang penisny da kumasukkan ke dalam vagina dan setelah itu kunaiki dia.

Auwwww …… luar biasa enaknyaaa …. Ahhhhhhh … setengah berteriak aku merasakan kenikmatan. Sambil duduk di ujung tempat tidur. Kugenjot vaginau dan Aksiku kubarengi dengan teriakan-teriak keras khas kenikmatan yg membuat aku mandi keringat.

Lama di atas staminaku drop juga, lalu kumimta dia ganti posisi. Kucabut penisnya kemudian aku terlentang. Pelan-pelan dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh penisnya dalam vaginaku.

“Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan penisnya dalam vaginaku.

Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya penisnya di vaginaku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe,

“Ah…… sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan penisnya divaginaku,
“Bareng nyampenya ya, aku juga dah mau keluar”, katanya terengah.

Kakiku kunaikkan ke pundaknya yg kokoh hingga penisnya terasa mentok menyentuh rahimku. Nikmat yg kurasakan sungguh luar biasa. Dari penyebab awalnya dimana norma sopan dan adab tak lagi dijadikan batasan membuat aku juga bisa berlaku saenakku, kini kurenggut kepala nya yg berambut cepak itu. Kudekatkan ke wajahku dan kukenyoti bibirnya sambil kukasari kepalanya. Vaginaku yg gatalnya semakin nggak ketulungan membuat aku jadi buas, binal dan liar… suatu peristiwa yg tak pernah terjadi saat aku bersanggama dengan suamiku selama ini. Mungkin ini pengaruh dari tubuhnya yg atletis itu, atau aroma keringatnya yg maskulin itu, atau nikmatnya dientot dengan penisnya yg dahsyat itu? aku tak tahu….

Aku menggelinjang-gelinjang dengan sangat hebatnya. Aku berteriak histeris tertahan sebagai wujud pelampiasan nafsu birahiku yg tak terkendali ini. Aku ingin dipuaskan sejadi-jadinya. Aku berguling ke atas. Dengan rambutku yg telah lepas terurai dari ikatannya dan dengan keringat yg semakin membasah mengucur dari tubuhku, aku tumpakin tubuh nya. Aku desakkan habis-habisan vaginaku ke penisnya untuk menggaruk lebih keras kegatalan birahi di dalamnya. Aku sangat gelisah dan resah menunggu hadirnya orgasmeku.AduQ

Setiap kali aku mendongak dan menyibakkan rambutku kemudian kembali menunduk histeris. Tangan-tanganku mencekal bukit otot di dadanya hingga kuku-kukuku menancap dalam ke dagingnya. Randi seakan tak mau kalah. Dia membenamkan wajah tampannya ke payudaraku untuk menyusui kedua belah payudaraku yg ranum itu sepuasnya. Sementara di bawah sana, rasa gatal yg sangat nikmat mendesaki vaginaku.Aku tahu ini sebagai tanda bahwa tak akan lama cairan birahiku akan tumpah ruah. Aku sudah demikian lupa diriku. Enjotan penisnya makin cepat saja, sampe akhirnya,

“Randi, aku nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa vaginaku berdenyut meremas penisnya sehingga diapun menyodokkan penisnya dengan keras,
“ahhh, aku aah”, terasa semburan pejunya yg deres divaginaku.

Akhirnya kami sama-sama mencapai kepuasan puncak kami. Cairan hangat yg menyemprot dari penis Aldi ke dalam vaginaku langsung disambut dengan muntahan berlimpah cairan birahi vaginaku. Aku langsung tersungkur sementara kedutan-kedutan penisnya belum sepenuhnya usai.

Untuk sesaat kami memang beristirahat. Namun nafsu birahi yg masih berakar kuat di tubuh kami masing-maisng mendorong kami untuk melakukannya lagi dan lagi. Siang hari itu kami habiskan bak pengantin baru. Kami bercinta sepuasnya dalam berbagai gaya, diakhiri dengan doggy style yg spektakuler di ranjangku.

Sebelum tertidur Randi sempat memandangku mesra. Katanya lirih, …

“tante, Terima kasih!” Akupun tidur di ranjang bersamanya. Sambil kupegang penis dan bersandar dadanya.

Kami berpelukan dengan mesranya, sambil dia mencium rambutku. Indah sekali.

Sebelum tengah malam kami terbangun. Saat aku terbangung pemandangan tubuh telanjang Randi, yg sebagiannya telah terbungkus selimut, mengantarku ke dunia mimpi. Sekali lagi aku tdk bisa membiarkan penis ngaceng dibiarkan begitu saja. Tentuk saja mulutku gatel untuk ngemut dan jilat. Sebelum dia sempat bertanya lebih jauh lagi kuminta ia terlentang di ranjang.

Kesempatan ini tak kusiakan untuk menggarapnya sekali lagi. Tak sempat dia menolak kuemut dan kumainkan penisnya dengan tanganku. Setelah itu malam ini kita bertempur lagi dengan suasana lebih romantis yg menggairahkan.Karena aku mengajak dia bercinta di halaman dalam rumahku. Sungguh suasana yg tdk pernah aku lakukan. Di bawah sinar bulan aku beraksi sesuka hati, sementara dia pasrah pada apa yg aku lakukan termasuk mengajari gaya favourtiku Doggy style, woman on top dan kuda liar kulakukan dan dia hanya bisa menurut apa yg aku perintahkan. Bagiku yg penting aku menikmati kepuasan, sesuatu yg lama tdk aku dapatkan.

Bahkan kali ini lebih special karena bercinta dan merasakan sperma dengan seorang perjaka. Sungguh suatu kenikmatan yg tiada tara. Walaupun aku harus menuntunnya, tapi aku puas menikmati penis dan sperma seorang pemuda. Perjaka lagi. Malam ini aku menikmati pergumulan di taman rumahku.

Akhirnya kami sama-sama terkapar dan telanjang dengan peluh dan keringat keluar deras, walaupun sebetulnya hawanya dingin. Beberapa kali ke depan setdknya aku akan menikmati dan merasakan bercinta dengan daun muda ini.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/

Senin, 12 Mei 2025

NGENTOT DENGAN JANDA MUDA

https://heylink.me/Jaguar.QQ/




FORUM DEWASANama saya Firman, saya berusia 23 tahun dan saat ini saya sedang belajar dan bekerja. Cerita ini bermula ketika saya dan teman saya sedang jalan-jalan di suatu daerah di Jakarta yang sudah populer di kalangan anak muda. Ketika saya sedang melewati Jalan Sudirman, saya melihat seorang wanita, saya menghentikan mobil dan kami pun bertemu.

Wanita tersebut mempunyai nama Nia dan dia masih berumur 19 tahun dengan tinggi tidak cukup lebih selama 175 dan dengan ukuran bra selama 36 C kesudahannya saya menawarkan dia guna mengantar kembali dan dia juga setuju, maka kesudahannya kami jalan kembali tanpa terdapat apa-apa.Domino99

Kesokan harinya pada pukul 10.00 Nia menghubungi saya via HP saya “Hallo, Firman ya?” “Siapa nih?”, tanya saya “Nia, masa tak sempat yang semalam kenalan..” “Oh, iya.. lagi dimana nih.” “Lagi di Blok M, anda ada acara nggak hari ini?” “Ehmm, nggak terdapat tuh kenapa?”, jawab saya “Bisa jemput?” “Ya udah dimana?” “Di McDonald Blok M aja ya jam 11.00” “Ok” Singkat kisah langsung saya meluncur ke arah Blok M Sesampainya disana kami ngobrol sejenak kemudian kami menyimpulkan untuk pergi.

“Mau kemana nih?” tanya saya “Terserah anda aja..” “Main kerumahku sebentar yuk inginkan nggak?” “Ok”, jawabnya dengan santai. “Ga takut?”, tanya saya “Takut apa?” “Kalo diperkosa gimana?” Tapi dia dengan santainya menjawab, “Ga usah diperkosa pun mau kok.. he.. he..” seraya melirik kearahku dan mencubit manja pinggangku.

Kemudian saya bertanya, “Bener nih?” Dia menjawab, “Siapa takut?” Lalu segera anda meluncur ke arah rumahku di bilangan Tebet yang memang sehari-harinya tidak jarang kali kosong. Begitu hingga saya kemudian mempersilahkan Nia guna masuk kemudian kami duduk berdampingan dan saya menggoda dia. “Bener nih nggak fobia diperkosa?” Dia justeru menjawab, “Mau perkosa aku sekarang?” ujarnya seraya membusungkan dadanya yang montok itu.

Aku tidak tahu siapa yang mengawali tiba-tiba bibir kami telah saling bertemu dan saling melumat, dan memainkan lidah nya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan aku enggan ketinggalan, saya ikut membuka kaos ketatnya tersebut dan melepas BH nya. Ciumanku menjalar menyusuri leher dan belakang kupingnya. “Ahh.. esst.. terus yang..”, Nia udah mulai meracau tidak jelas ketika lidah saya turun ke dadanya diantara kedua bukitnya.

Lidah saya terus menjalar di buah dadanya tetapi tidak hingga pada pentilnya. Nia mendesah-desah, “Man isep Man mari Man gue pingin elo isep Man..” Namun aku tidak memperdulikannya dan masih be……rmain di dekat pentilnya dan turun ke perut seraya perlaha-lahan tanganku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya.DominoQQ

Akhirnya kepalaku ditarik Nia dan ditempelkannya teteknya ke mulutku. “Ayo Man isep Man tidak boleh siksa gue Man..” Akhirnya mulutku menghisap tetek sebelah kirinya sementara tangan kanan ku meremas-remas tetek sebelah kanannya. “Ohh.. aah.. esst.. enak Man terus sedot yang keras Man gigit Man ohh..”, racaunya.

Sambil kusedot teteknya bergantian kiri dan kanan tanganku bergerilya di unsur pangkal pahanya seraya menggosok- gosok klitorsnya dari unsur luar celana dalamnya. Nia juga tidak sabar, kesudahannya dia membuka celanaku tergolong celana dalamku sampai-sampai mencuatlah ‘adekku’ yang telah berdiri tegak tersebut dan Nia terpana. “Gila gede banget Man punya elo.

” Dan tanpa dikomando langsung Nia memasukan kontolku ke dalam mulutnya yang mungil, terasa sarat sekali mulut itu, Nia menjilat-jilat ujung kemaluanku terus turun ke bawah hingga selurh batangnya terjilat olehnya. “Ah.. enak Ni terus Ni” aku pun menyangga nikmat yang luar biasa.

Akhirnya aku berinisiatif dan memutar tubuhku sampai-sampai posisi kami menjadi 69. Sesaat aku menjilati unsur bibir vaginanya Nia mendesah. “Ah.. enak Man esst.. terus Man..” Akhirnya Nia menggelinjang hebat saat lidahku menyentuh unsur klitorisnya. “Ahh.. Man aku hingga Man..” seraya mulutnya terus mengelum penisku sedotan Niapun semakin cepat dan powerful pada penisku maka aku merasakkan denyut-denyut pada penisku.

“Ni, gue pun mau hingga Ni ahh..” “Barengan ya..” Mendengar tersebut Nia kian bernafsu menyedot-nyedot dan menjilati penisku dan akhirnya.. “Acchh.. ach..”, crot.. crot.. crott.., 8 kali penisku menyemprotkan sperma dalam mulut Nia dan dia menelan semuanya sampai-sampai kamipun terbit secara bersamaan.

Akhirnya Niapun menggelimpang disampingku sesudah menjilati semua penisku sampai bersih. “Makasih ya Man aku dah lama nggak orgasme semenjak suami gue kabur..”, kata Nia “Emang suami anda kemana?” “Ga tau tiba-tiba dia ngilang sesudah gue ngelahirin anak gue” “Lho anda dah punya anak?” “Udah usia setahun, Man” Kemudian Nia mendekap saya dengan eratnya. Lalu dia mendongakkan kepalanya ke arah saya, kemudian saya cium bibirnya lembut dia juga membalasnya namun lama-kelamaan ciuman itu pulang menjadi ciuman sarat nafsu.

Kemudian Nia memgang kemaluan saya yang masih tersingkap dan meremas-remasnya sampai-sampai secara otomatis ‘adikku’ langsung berdiri dan mengeras. Kemudian Nia menaiki tubuh saya lal……u menjilati berakhir seluruh tubuh saya mulai dari mulut sampai ujung kaki. “Ach..” desahku sejalan dengan jilatan di tubuhku.

Kemudian Nia mengulum penisku tampak jelas dari atas bagaimana penisku terbit masuk mulutnya yang mungil itu. “Ah. sst.. enak Sayang terus sedot Sayang achh..” desahanku semakin mengeras. Lalu kuputar tubuhku sampai-sampai posisi 69 dengan Nia diatas tubuhku kemudian aku menjilati vagina Nia dan kuisep klitoris Nia. “Ahh.. enak Man terus Sayang, aku Sayang anda achh..” desah Nia meninggi.BandarQ

Kemudian Nia memutar tubuhnya pulang dan dia memegang ‘adikku’ yang telah siap tempur itu, dipaskannya ke liang vagina sesudah pas perlahan-lahan diturunkannya pantat Nia. Sehingga perlahan-lahan masuklah penis saya ke liang senggama Nia “Auw.. sst.. ohh.. geede banget sih punya anda yang” lirih Nia. “Punya kamu pun sempit banget Yang, enak.. ah..” kataku. Perlahan-lahan aku tekan terus penisku ke dalam vaginanya yang sempit itu.

Akhirnya sesudah amblas semuanya Nia mulai mengerakan pinggulnya naik turun sehingga menciptakan penis saya laksana disedot-sedot. Nia berada diatasku selama 15 menit sebelum kesudahannya dia mengerang. “Ahh.. Sayang aku terbit Yang, ahh..” racaunya.

Setelah tersebut tubuh dia melemas dan mendekap aku namun sebab aku sendiri pun mengejar puncak ku maka langsung kubalik tubuhnya tanpa melepas penisku yang terdapat di dalam vaginanya. Setelah aku berada diatasnya maka langsung kugenjot Nia dari atas terus menerus nyaris kurang lebih 20 menit sampai akhirnya Nia merasakan orgasme yang ketiga kali dalam masa-masa yang singkat ini.

“Ahh.. Sayang aku terbit lagi Sayang ahh..” Desah Nia. “Kamu lama banget sih Sayang” desah Nia seraya terus menggoyangkan pinggulnya memutar. “Ahh terus Sayang sstt enak Sayang terus..” racaunya. “Iya aku pun enak Sayang terus Sayang ahh.. enak Sayang mentok banget ah..” racauku tak kalah hebatnya. Akhirnya sesudah aku menggenjot Nia selama tidak cukup lebih 40 menit aku menikmati seperti terdapat yang mendesak hendak keluar dari unsur penisku.

“Sayang, aku mau terbit Sayang” “Mau di dalam atau diluar Sayang?” kataku. “Bentar Sayang aku pun mau terbit lagi nih ahh..” desah Nia. “Di dalem aja Sayang biar aku tambah puas” desah Nia lagi. “Ahh.. sst.. Sayang aku terbit Sayang ahh..” racauku “Barengan Sayang aku pun sampai ah.. ahh.. oh..” desah Nia. “Ahh.. Sayang aku terbit Sayang ahh.. sst.. ohh..” desahku. “Aahh” menyemprotlah spermaku sejumlah 9 kali. “Emmhh..” saat tersebut juga si Nia merasakan orgasme….”Makasih ya Sayang” kata Nia sambil menghirup bibirku mesra.

Setelah tersebut kami langsung mencuci diri di kamar mandi dan didalam kamar mandi juga kami sempat ‘main’ lagi saat kami saling mencuci punya pasangan kami setiap tiba-tiba Nia jongkok dan mengulum punyaku pulang dan au dalam posisi berdidi mencoba menyangga nikmatnya

Namun aku tidak tahan menyangga gejolak yang terdapat maka aku duduk di ws dan Nia duduk di atasku dengan posisi menghadapku dan dia memasukkan pulang penisnya kedalam vaginanya. “Bless.. ahh.. sst.. enak Sayang ahh..” racaunya mulai merasakan permainan.Poker

Namun sesudah 15 menit aku merasa jenuh dengan posisi seperti tersebut maka aku suruh memutar tubuhnya membelakangi aku dan aku angkat perlahan tanpa melepas penisku dan aku suruh Nia menungging dengan berpegangan pada tepian bak mandi dan saat dia menungging langsung aku genjot maju mundur seraya meremas-remas buah dadanya yang mengayun-ayun.

“Ah.. Man aku mau terbit Man..” desahnya. “Man aah..”, terasa cairan orgasme Nia kembali mengairi penisku. Karena situasi Nia yan lemas maka aku menyimpulkan untuk mencungkil penisku dan Nia melanjutkannya dengan mengulum penisku sampai akhirnya.

“Ni aku mau terbit Sayang.. ah..”, Sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah penisku sampai-sampai terlihat penisku amblas seluruh ke mulutnya yang mungil itu. Dan saat Nia menyedot penisku maka.. “Ah.. Ni..” kesudahannya aku semprotkan semua spermaku ke mulut Nia dan aku lihat Nia menelan seluruh spermaku tanpa terdapat yang tumpah dari mulutnya bahkan dia mencuci penisku dengan menjilati sisa-sisa semua sperma yang ada.AduQ

Setelah tersebut kami saling mencuci tubuh kami setiap dan kami pulang ke kamar dengan tubuh yang sama-sama telanjang bulat dan kami tiduran sambil berdekapan tanpa sehelai benang juga yang menutupi tubuh kami dan kami saling menghirup dan meraba serta ngobrol-ngobrol sejenak.

Tanpa terasa kami telah berada di rumahku nyaris selama 4 jam. Maka kesudahannya kami mengenakan baju kami setiap dan setelah tersebut aku mengirimkan Nia kembali ke kostannya di wilayah Blok M dan berjanji guna saling menghubungi. Hingga ketika ini diturunkan kami masih sering mengerjakan hubungan intim.

https://heylink.me/Jaguar.QQ/


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com
domino99,